apa itu Line studio di kota palu
- Line Studio adalah Gerakan yang dilatarbelakangi oleh kawan-kawan yang memiliki visi dan keresahan yang sama. Dimana kawan-kawan ingin memiliki ruang belajar yang lebih luas dari dunia kampus, yaitu terjun langsung ke masyarakat. Merasakan langsungan pengalaman bereksperimen, Studio ini awalnya diinisiasi beberapa kawan-kawan pada tahun 2018, pada saat itu kami selalu terlibat diskusi tepatnya di perpustakaan mini "Nemu Buku"di Kota Palu. Kita selalu, mendiskusikan terkait isu-isu yang sedang berkembang baik arsitektur maupun pendidikan, sosial dan budaya.
- Line Studio sendiri berada di Kota Palu, Dimana kota ini adalah ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. menurut BPS penduduk miskin di Sulteng pada maret 2023 sebesar 12,41% atau 395,66 ribu orang dan terjadi peningkatan sebesar 0,11% atau 5,95 ribu orang dari September 2022. Kondisi ini juga yang membuat Sulawesi Tengah, melansir Alkhairat.id memiliki kwalitas Pendidikan dan minat baca terendah kelima di Indonesia. Bahkan tamatan Universitas hanya berjumlah 6,34%.
- Berbanding terbalik dengan dunia industry, sejalan dengan program presiden Jokowi yaitu hilirisasi industri dimana Sulawesi Tengah memiliki kekayaan mineral yang melimpah. Laporan WALHI Sulteng hingga 2021, memiliki 1.150 Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam dan batuan Yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota. Hal ini menandakan Sulteng dalam kepungan industry ekstraktif. Kekacaun dalam perizinan tambang di Sulawesi Tengah, telah menghadirkan banyak dampak buruk bagi lingkungan serta Masyarakat, seperti perampasan lahan-lahan rakyat seperti kriminalisasi hingga pencamaran ruang hidup yang tidak bisa di hindari.
- Tak kalah dengan kekayaan mineral, Sulteng juga memiliki kekayaan budaya yang cukup besar. Dengan Penduduk Asli Sulawesi Tengah, memiliki Suku/etnis dengan jumlah yaitu 20 etnis dan jumlah Bahasa yaitu 22 bahasa yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Serta memiliki rumah adat yang begitu simbolik dengan gaya tektonika yang menyusaikan kondisi geologis Sulawesi Tengah yang rawan gempa. Adapun rumah adat tersebut yaitu Rumah Tambi, Lobo, dan Souraja. Sehingga di beberapa tempat masih meletarikan nilai-nilai kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk urusan membangun yang masih memperhatikan alam.
- Dalam hal ini Line Studio berusaha mengisi ruang-ruang yang sudah kosong dalam Masyarakat yang dianggap tertinggal. Dimana kata Pak Yoshi bahwa aritektur hadir harusnya untuk memberi, juga Kata Pak Gede Kresna di Desa itu ada banyak professor yang mampu membuat teknologi yang mereka butuhkan sendiri, jadi perlunya kita belajar pada desa yang mampu menyelesaikan permasalahan mereka sendiri. Sejalan dengan kata pak Yu Sing bahwa kita berutang pada Masyarakat kecil menggunakan emisi lebih sedikit padahal kita hidup di bumi yang sama.
- Oleh karena itu, Metode kerja yang dilakukan Line studio yaitu arsitektur partisipatoris, dimana arsitek bekerja bersama warga dalam membangun ruang serta membidani perubahan sosial kearah yang lebih baik. Bahwa arsitektur bukan hanya tentang desain atau membangun visualisasi saja melainkan ada nilai-nilai kebudayaan yang perlu diperhatikan.
- Gerakan kawan-kawan sarat dengan kritik Pendidikan, dengan praktik arsitektur yang bersifat sosial dan lingkungan. Kawan-kawan Line Studio ingin mepertegas keberpihakan arsitektur kita atau kemana aritektur kita berpihak. Tak jarang Gerakan pembangunan litetrasi selalu berkolaborasi, Bersama komunitas literasi atau komunitas yang berbasis keilmuan diluar airstektur. Kata Eko Prwatoto arsitektur berdiri sendiri, ketikka diperlakukan seolah-olah di berbdiri sendiri disitulah dia akan menimbulkan banyak masalah.
- Tak heran bila Line Studio setiap berkarya selalu menggunaka material vernkular,yang lebih ramah lingkungan sehingga keselarasan menjaga alam yang diajarkan nenek moyang mereka selalu terawat. dengan system partisipatoris Masyarakat selalu dilibatkan dengan khas mesyarakat Indonesia yaitu gotong royong Bersama. Sehingga nilai-nilai kebudayaan selalu terawat, pada saat proposes membangun guna menciptakan rasa kepemilikan Bersama. Sehingga tanggungjawab menjaga tetap ada.
- Atas dasar latarbelakang diatas, Line Studio berusaha memulai semuanya lewat Gerakanmembangun literasi guna mengisi ruang-ruang pendidkan yang sempat kosong dalam Masyarakat yang dianggap membutuhkan. Sampai hari ini line Studio masih menerima tawaran membangun rumah baca di beberapa tempat. Baik yang telah terbangun maupun tahap perencanaan.berikut beberapa karya Line Studio yang sempat terbangun dam masiih tahap perencanaan.







Komentar
Posting Komentar