KOTA SINGARAJA
Apa yang ada di kepala kalian Ketika aku
menyebut bali? Pantai kuta? Sanur? Atau ubud atau kintamani. Saya pernah
membaca buku kita pendokumentasian desa, pada halaman pertama tertulis everything
has beauty but not everyone can see it.
Pertamakali menginjakan kaki di pulau
dewata saya menyambangi buleleng, lalu saya melihat kota singraja seperti
dejavu, style arsitektur jengki pada jejeran wajah-wajah tokoh lawas. Seperti
membawa saya pada Lorong” kota tua donggala. Sama halnya seperti palu yang
lebih pamor dari donggala begitu juga Denpasar lebih pamor dari kota singaraja.
Kota ini memiki Sejarah dan pengaruh yang besar atas eksistensi pulau bali
sebelum kemerdekaan.
Pada tahun 1604 istana raja yang baru dibangun
itu disebut 'Singaraja'. Tujuannya untuk mengingat bahwa keperwiraan Raja Ki
Gusti Ngurah Panji Sakti yang kebijaksanaan dan keberaniannya seperti Singa.
Dengan begitu lahirlah Kota Singaraja yang bersumber pada sejarah Ki Gusti
Ngurah Panji Sakti
dan nama Buleleng
berasal dari nama asli jagung gambar atau jagung gabah yang banyak ditanam oleh
penduduk pada masanya.
Konon orang bali utara lebih terbuka, tak heran Kawasan kota
tua ini Bernama kampung bugis, pada abad ke-17, ketika pelaut Bugis dari
Makasar datang ke tempat ini. Hubungan yang baik dengan pihak Kerajaan Buleleng
dan penduduk pribumi membuat orang-orang Bugis tersebut diberikan lahan
bermukim di daerah pantai utara Buleleng yang pada perjalanannya
berkembang menjadi Pelabuhan Buleleng.
Selain menjadi
nelayan, keberadaan orang-orang Bugis di wilayah ini juga dimanfaatkan oleh
Raja Buleleng sebagai armada laut karena keahlian mereka melaut.
perkembangan selanjutnya pada saat pemerintah Hindia Belanda
menguasai Pulau Bali pada tahun 1846 dan menjadikan Kota Singaraja sebagai
pusat pemerintahan di Bali, maka dibangunlah berbagai fasilitas kota, termasuk
diantaranya adalah Pelabuhan Buleleng.
Tepat pada tanggal 30 Maret 1604 di sanalah istana raja yang
baru dibangun itu disebut 'Singaraja'. Tujuannya untuk mengingat bahwa
keperwiraan Raja Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang kebijaksanaan dan
keberaniannya seperti Singa.
Dengan begitu lahirlah Kota Singaraja yang bersumber pada sejarah Ki Gusti
Ngurah Panji Sakti dan nama Buleleng berasal dari nama asli jagung gambar atau
jagung gabah yang banyak ditanam oleh penduduk pada masanya.
masa penjajahan Belanda, Kota Singaraja menjadi ibu
kota dari Residen Bali Lombok. Peran tersebut terus berlanjut dengan pendirian
Provinsi Soenda Ketjil pada tahun 1945, setelah Indonesia meraih kemerdekaan,pada
tahun 1958 menjadi provinsi bali lalu
ibu kota pindah ke Denpasar.
Komentar
Posting Komentar